-->

3 Indikator Untuk Trading Forex Terpopuler


Trader pemula forex bisa membaca rekomendasi ini, Ada banyak faktor essential ketika menentukan nilai mata uang relatif terhadap mata uang lain. Banyak para trader atau pendagang Forex yang memilih untuk melihat dan memperkirakan grafik sebagai salah satu cara yang disederhanakan untuk mengidentifikasi peluang perdagangan – menggunakan indikator foreign exchange untuk melakukannya.

Ketika mereka melihat grafik, akan melihat dua lingkungan pasar yang sama. Kedua lingkungan tersebut adalah pasar yang berkisar dengan tingkat dukungan dan resistensi yang kuat, atau lantai dan langit-langit yang harga tidak tembus atau pasar yang sedang tren di mana harga diperkirakan akan terus bergerak lebih tinggi atau lebih rendah.

Menggunakan analisis teknis memungkinkan Anda sebagai pedagang untuk mengidentifikasi lingkungan yang terikat rentang atau tren dan kemudian menemukan kemungkinan masuk atau keluar yang lebih tinggi berdasarkan pembacaan mereka. Membaca indikatornya semudah meletakkannya di grafik.

Berikut empat indikator yang bisa kalian pertimbangkan ketika trading forex

1. Relative Strength Index atau RSI merupakan osilator yang sederhana dan membantu dalam penerapannya. indikator seperti ini akan membantu kalian untuk dapat menentukan kapan suatu mata uang overbought atau oversold, sehingga kemungkinan akan terjadi pembalikan. Bagi kalian yang suka 'beli ketika rendah dan jual ketika tinggi', RSI mungkin menjadi indikator yang tepat untuk kalian.


2. Stochastics lambat adalah osilator seperti RSI yang dapat membantu Anda menemukan lingkungan overbought atau oversold, kemungkinan membuat pembalikan harga. Aspek unik dari perdagangan dengan indikator stokastik adalah dua garis, garis %K dan %D untuk menandakan entri kita. Karena osilator memiliki pembacaan overbought atau oversold yang sama, Anda cukup mencari garis %K untuk menyeberang di atas garis %D melalui degree 20 untuk mengidentifikasi sinyal beli yang stable ke arah tren.

3. Kadang-kadang dikenal sebagai raja osilator, MACD dapat digunakan dengan baik di pasar yang sedang tren atau mulai karena penggunaan rata-rata bergeraknya memberikan tampilan visible dari perubahan momentum. Setelah kalian bisa mengidentifikasi lingkungan pasar sebagai suatu rentang dalam perdagangan, ada dua hal yang perlu kalian cari untuk mendapatkan sinyal dari indikator MACD ini. Pertama, kalian perlu mengenali garis dalam kaitannya dengan garis nol yang mengidentifikasi bias ke atas atau ke bawah dari pasangan mata uang. Kedua, kalian harus bisa mengidentifikasi persilangan atau persilangan di bawah garis MACD (Merah) ke garis Sinyal (Biru) masing-masing untuk perdagangan beli atau jual.



LihatTutupKomentar